“Saat pertama kali memegang Vivo X300 Ultra, kalian akan langsung sadar bahwa ini bukan sekadar ponsel pintar biasa, melainkan sebuah kamera profesional berwujud ponsel yang siap melibas semua kompetitor flagship di industri mobile saat ini.”
Persaingan industri ponsel pintar kelas premium kian memanas. Vivo, raksasa teknologi asal China, kembali membuat gebrakan besar di kancah global melalui lini flagship paling ambisius mereka, yaitu Vivo X300 Series. Fokus utama dari seri ini terletak pada dua varian kasta tertingginya: Vivo X300 Pro dan sang puncak predator, Vivo X300 Ultra. Kedua perangkat ini dirancang khusus untuk memenuhi ekspektasi para pencinta fotografi, videografi sinematik, serta pengguna yang mendambakan performa ekstrem tanpa kompromi.
Melalui kolaborasi mendalam yang terus berlanjut bersama pabrikan lensa legendaris asal Jerman, ZEISS, Vivo tidak lagi sekadar menempelkan logo di bodi belakang ponsel. Mereka melakukan integrasi total mulai dari lapisan lensa khusus ZEISS T* Coating, optimasi algoritma warna alami, hingga penyematan perangkat keras optik mutakhir yang belum pernah ada sebelumnya. Tidak heran jika kehadiran duo monster ini langsung menjadi perbincangan hangat dan mengancam dominasi nama-nama besar lain di kelas premium.
Evolusi Desain yang Kokoh dan Sertifikasi Militer IP69
Sisi estetika dan ketahanan fisik menjadi impresi pertama yang ditawarkan oleh Vivo X300 Pro dan Ultra. Keduanya mengadopsi modul kamera berbentuk lingkaran besar di bagian belakang yang mereka sebut sebagai desain lingkaran halo kosmik, mempertegas identitasnya sebagai perangkat kamera sentris. Material kaca premium berteknologi Armor Glass melindungi bagian depan dan belakang, dipadukan dengan rangka aluminium kelas penerbangan yang sangat solid di genggaman tangan.
Satu lompatan besar dalam hal durabilitas adalah hadirnya sertifikasi ganda IP68 dan IP69. Jika sertifikasi IP68 sudah biasa karena menjamin ponsel tahan terendam air tawar, sertifikasi IP69 membawa proteksi ke tingkat ekstrem yang lebih tinggi. Ini berarti Vivo X300 Pro dan Ultra sanggup menahan semprotan air bersuhu tinggi dan bertekanan luar biasa besar dari berbagai sudut. Jadi, ketika kalian sedang melakukan petualangan ekstrem di alam terbuka dalam kondisi hujan badai sekalipun, perangkat ini akan tetap bekerja tanpa kendala.
Vivo X300 Pro hadir dengan profil yang sedikit lebih ramping dengan ketebalan hanya sekitar 7.99 mm dan bobot 226 gram, membuatnya sangat nyaman untuk penggunaan harian. Sementara itu, varian Ultra memiliki bobot yang sedikit lebih mantap demi mengakomodasi sistem sensor kamera yang jauh lebih masif dan kompleks di dalamnya. Varian warna yang ditawarkan pun sangat elegan, mulai dari Eclipse Black yang misterius, Victory Green yang ikonik, hingga Cloud White dan Dune Brown yang memberikan kesan mewah serta organik.
Layar Kelas Sinema dengan Kecerahan Ekstrem
Beralih ke sektor visual, kalian akan dimanjakan oleh panel layar terbaik di industri saat ini. Vivo X300 Pro mengusung layar lengkung mikro berukuran 6.78 inci dengan resolusi 1.5K (2800 x 1260 piksel). Layar ini menggunakan material pemancar cahaya VM8 terbaru dari BOE yang mampu menghasilkan tingkat kecerahan puncak (peak brightness) hingga 4500 nits. Angka ini memastikan bahwa konten di layar akan tetap terlihat sangat kontras dan tajam, bahkan di bawah terik matahari pantai yang paling menyilaukan sekalipun.
Di sisi lain, Vivo X300 Ultra melangkah lebih jauh dengan menyajikan panel LTPO AMOLED berukuran 6.82 inci dengan resolusi lebih tinggi, yaitu 2K QHD+ (3168 x 1440 piksel). Layar varian Ultra memberikan kerapatan piksel yang luar biasa padat, membuat transisi teks dan gambar terlihat sehalus sutra. Kedua ponsel ini juga sudah mendukung refresh rate adaptif 120 Hz yang bisa turun hingga 1 Hz untuk menghemat daya baterai saat menampilkan gambar statis.
Untuk perlindungan mata, Vivo menyertakan teknologi modulasi lebar pulsa (PWM dimming) tingkat tinggi dan DC dimming. Teknologi ini bertugas meminimalkan kedipan layar yang sering kali membuat mata kalian cepat lelah atau pusing saat menggunakan ponsel dalam ruangan gelap atau malam hari sebelum tidur.
Performa Monster: Pertarungan Dua Otak Terbaik
Dapur pacu menjadi pembeda fundamental antara kedua saudara kandung ini. Vivo menerapkan strategi dual-chipset flagship untuk memberikan opsi performa terbaik di masing-masing kelasnya.
Untuk Vivo X300 Pro, Vivo membenamkan chipset teranyar dari MediaTek, yaitu Dimensity 9500 yang dibangun dengan arsitektur fabrikasi 3 nanometer generasi terbaru. Prosesor ini mengadopsi konfigurasi semua inti besar (All-Big-Core) dengan clock speed super tinggi hingga 4.21 GHz pada inti utamanya. Performanya di atas kertas sangat luar biasa, mencatatkan skor AnTuTu yang menembus angka lebih dari 3.5 juta poin. Dipadukan dengan chip pencitraan internal buatan Vivo sendiri, yaitu Vivo V3+ Chip, pemrosesan video 4K Portrait malam hari berjalan dengan sangat mulus tanpa jeda.
Sementara itu, untuk varian tertinggi Vivo X300 Ultra, Vivo mempercayakan performanya pada chipset termutakhir dari Qualcomm, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset ini membawa peningkatan performa unit pengolah grafis (GPU) sebesar 23 persen lebih cepat namun mengonsumsi daya 20 persen lebih efisien dibandingkan pendahulunya. Unit pengolah saraf (NPU) di dalamnya juga mengalami peningkatan drastis untuk menangani tugas-tugas berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kompleks secara lokal di dalam perangkat.
Kombinasi RAM LPDDR5X Ultra berkapasitas hingga 16 GB dan penyimpanan internal berbasis UFS 4.1 hingga kapasitas 1 TB memastikan bahwa aktivitas multitasking seberat apa pun, mulai dari rendering video resolusi tinggi hingga memainkan game kualitas konsol dengan grafis rata kanan, dapat dilibas dengan sangat mudah.
Spesifikasi Lengkap dan Detail Vivo X300 Ultra & Pro
Untuk memudahkan kalian melihat perbedaan spesifikasi teknis mendalam dari kedua smartphone flagship ini, berikut adalah tabel perbandingan lengkapnya:
| Fitur / Spesifikasi | Vivo X300 Pro | Vivo X300 Ultra |
|---|---|---|
| Jaringan | 2G, 3G, 4G LTE, 5G (Dual SIM, Dual Standby) | 2G, 3G, 4G LTE, 5G, Satelit Komunikasi (Varian Khusus) |
| Dimensi Fisik | 161.98 x 75.48 x 7.99 mm | 164.1 x 76.8 x 8.9 mm |
| Bobot | 226 gram | 248 gram |
| Material Bodi | Armor Glass (Depan/Belakang), Rangka Aluminium | Armor Glass (Depan/Belakang), Rangka Aluminium High-Grade |
| Sertifikasi Proteksi | IP68 & IP69 (Tahan Debu, Air Tekanan Tinggi, & Suhu Tinggi) | IP68 & IP69 (Tahan Debu, Air Tekanan Tinggi, & Suhu Tinggi) |
| Jenis Layar | BOE Q10+ LTPO AMOLED, 1.07 Miliar Warna, HDR10+, Dolby Vision | Samsung E7 / Premium LTPO AMOLED, 1.07 Miliar Warna, Dolby Vision |
| Ukuran & Resolusi | 6.78 inci, 1.5K (2800 x 1260 piksel), 452 PPI | 6.82 inci, 2K QHD+ (3168 x 1440 piksel), ~510 PPI |
| Refresh Rate Layar | Adaptif 1 Hz – 120 Hz | Adaptif 1 Hz – 120 Hz |
| Kecerahan Maksimal | Hingga 4500 nits (Peak Brightness) | Hingga 4500 nits (Peak Brightness) |
| Sistem Operasi | Android 16 dengan antarmuka OriginOS 6 (Versi China/Global) | Android 16 dengan antarmuka OriginOS 6 (Versi China/Global) |
| Chipset Utama | MediaTek Dimensity 9500 (3 nm) | Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3 nm) |
| Inti CPU | Octa-core (1×4.21 GHz + 3×3.5 GHz + 4×2.7 GHz) | Octa-core Oryon Architecture (2×4.47 GHz + 6×3.53 GHz) |
| Chip Grafis (GPU) | Immortalis-G925 MC12 / Generasi Terbaru | Adreno 830 |
| Chip Pencitraan Tambahan | Custom Vivo V3+ Imaging Chip | Custom Vivo V3+ / V4 Imaging Architecture |
| Kapasitas RAM | 12 GB / 16 GB LPDDR5X Ultra | 12 GB / 16 GB LPDDR5X Ultra |
| Memori Internal (ROM) | 256 GB / 512 GB / 1 TB UFS 4.1 | 256 GB / 512 GB / 1 TB UFS 4.1 |
| Kamera Belakang Utama | 50 MP Sony LYT-828, f/1.4, OIS, Sensor 1/1.4 inci | 50 MP Sony LYT-901, f/1.6, 23mm, Sensor 1 inci, OIS |
| Kamera Telefoti Periskop | 200 MP Samsung HPB, f/2.7, 85mm, ZEISS APO, 3.7x Optik, OIS | 200 MP Samsung HP0, f/2.7, 85mm, ZEISS APO Gimbal-Grade, OIS |
| Kamera Ultra-Wide | 50 MP Samsung JN1, f/2.0, 15mm, Sudut Pandang 119 derajat | 50 MP Sony LYT-818, f/2.0, 14mm, Sudut Pandang Lewat 120 derajat |
| Kamera Depan (Selfie) | 50 MP, f/2.0, 20mm, Autofokus (AF), Kemampuan Rekam 4K | 50 MP, f/2.0, Autofokus (AF), Kemampuan Rekam 4K |
| Kualitas Rekam Video | Maksimal 8K pada 30fps, 4K pada 120fps (Dolby Vision & Log) | Maksimal 8K pada 30fps, 4K pada 120fps (Multi-Focal 10-Bit Log) |
| Sistem Audio | Speaker Stereo Ganda Hi-Res, Tanpa Jack Audio 3.5mm | Speaker Stereo Ganda Premium Hi-Res, Tanpa Jack Audio 3.5mm |
| Konektivitas Nirkabel | Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, NFC, Infrared Blaster, GPS Multiband | Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, NFC, Infrared Blaster, GPS Multiband |
| Sistem Keamanan | Sensor Sidik Jari 3D Ultrasonic Single-Point di Bawah Layar | Sensor Sidik Jari Ultrasonic Luas di Bawah Layar, Face Unlock |
| Kapasitas Baterai | 6510 mAh BlueVolt Battery (Teknologi Silikon-Karbon) | 6600 mAh BlueVolt Battery (Teknologi Silikon-Karbon) |
| Kecepatan Pengisian Daya | 90W Kabel FlashCharge, 40W Pengisian Nirkabel (Wireless) | 100W Kabel FlashCharge, 40W Pengisian Nirkabel (Wireless) |
| Fitur Tambahan | Aksesori Ekstender Lensa, Pendingin Vapor Chamber Luas | Aksesori Ekstender Lensa, SOS Darurat Satelit (Varian Tertinggi) |
Revolusi Kamera ZEISS: Ketika Ponsel Menggantikan DSLR
Sektor kamera adalah panggung utama di mana Vivo X300 Pro dan Ultra benar-benar memamerkan taringnya. Kedua perangkat ini dibekali dengan modul lensa periskop beresolusi fantastis, yaitu 200 Megapiksel dengan sertifikasi ZEISS APO (Apochromatic). Lensa APO ini menggunakan struktur optik Kepler yang sangat rumit untuk mengoreksi aberasi kromatik (distorsi warna hijau atau ungu yang biasanya muncul di tepian objek yang kontras). Hasilnya, gambar jarak jauh yang diambil akan memiliki akurasi warna dan ketajaman yang setara dengan lensa kamera profesional berharga puluhan juta rupiah.
Pada Vivo X300 Pro, kamera utamanya menggunakan sensor Sony LYT-828 beresolusi 50 Megapiksel dengan bukaan lensa (aperture) f/1.4 yang sangat besar. Bukaan lebar ini memungkinkan sensor menangkap cahaya dalam jumlah melimpah, membuat foto malam hari terlihat sangat bersih dari gangguan bintik piksel (noise). Kamera utama ini dipadukan dengan lensa telefoto periskop 200 Megapiksel berkemampuan zoom optik 3.7x serta lensa ultra-wide 50 Megapiksel.
Sementara itu, Vivo X300 Ultra naik kelas menjadi sang raja kamera sejati dengan menggunakan sensor berukuran penuh 1 inci di kamera utamanya, yaitu Sony LYT-901 beresolusi 50 Megapiksel. Sensor berukuran 1 inci ini memiliki area tangkap cahaya yang jauh lebih luas dibandingkan sensor ponsel konvensional, menghasilkan efek buram latar belakang (bokeh) alami yang sangat menawan tanpa bantuan manipulasi software.
Sistem telefoto pada varian Ultra juga ditingkatkan menjadi Gimbal-Grade APO Telephoto dengan stabilisasi mekanis (OIS) hingga sudut 3 derajat, sebuah rekor baru dalam hal stabilitas lensa periskop. Vivo bahkan menyediakan aksesori tambahan yang dijual terpisah berupa Vivo ZEISS Telephoto Extender Gen 2 Ultra. Aksesoris optik tambahan ini memungkinkan kalian memperluas jangkauan fokus telefoto setara dengan lensa 400 mm hingga magnifikasi ekstrem 1600 mm dengan kualitas gambar yang tetap tajam dan minim distorsi.
Bagi para videografer, kedua ponsel ini mendukung perekaman video Multi-Focal 4K pada kecepatan 120 fps lengkap dengan profil warna 10-Bit Log dan Dolby Vision. Kalian bisa berpindah lensa secara mulus mulai dari lensa ultra-wide 14 mm, lensa dokumenter 35 mm, hingga lensa potret emosional 85 mm sambil mempertahankan konsistensi warna yang sinematik.
Daya Tahan Baterai Silikon-Karbon Tanpa Batas
Menghidupkan spesifikasi monster di atas tentu membutuhkan pasokan daya yang tidak sedikit. Namun, kalian tidak perlu khawatir karena Vivo telah menerapkan terobosan teknologi baterai terbaru yang dinamakan BlueVolt Battery. Berbeda dengan baterai litium-ion tradisional, baterai ini menggunakan material anoda berbasis silikon-karbon (Si/C). Teknologi ini memungkinkan kapasitas baterai menjadi jauh lebih besar tanpa membuat ukuran fisik ponsel menjadi tebal dan bongsor.
Vivo X300 Pro ditanamkan baterai berkapasitas masif 6510 mAh yang didukung pengisian daya cepat menggunakan kabel 90W FlashCharge serta pengisian nirkabel 40W. Sementara itu, Vivo X300 Ultra mengemas kapasitas yang sedikit lebih besar, yakni 6600 mAh dengan pengisian daya kabel yang lebih ngebut sebesar 100W dan pengisian nirkabel 40W.
Dengan kapasitas raksasa tersebut, masa pakai aktif (active use score) kedua perangkat ini sanggup bertahan hingga lebih dari 15 jam untuk penggunaan intensif secara terus-menerus. Jika kalian hanya menggunakannya untuk aktivitas kasual seperti bersosial media, bertukar pesan, dan sesekali mengambil foto, ponsel ini dengan mudah dapat bertahan hingga dua hari penuh dalam sekali pengisian daya.
Harga Resmi Internasional, China, dan Estimasi Indonesia
Sebagai perangkat kasta tertinggi yang membawa inovasi teknologi terdepan, Vivo membanderol kedua lini ini dengan harga yang mencerminkan status premiumnya. Di negara asalnya, China, ponsel ini sudah bisa didapatkan secara resmi, sementara untuk pasar global dan Indonesia harganya menyesuaikan dengan pajak serta kebijakan impor setempat.
Berikut adalah rincian harga resmi di China, pasar internasional (global), dan harga resmi saat masuk ke pasar Indonesia:
- Harga Vivo X300 Pro
- Pasar China (Asal Produk): Mulai dari CNY 5,299 untuk varian memori terendah (12GB/256GB), dan mencapai CNY 6,699 untuk varian tertinggi (16GB/1TB).
- Pasar Internasional (Global): Dibanderol mulai dari sekitar USD 1,099 atau setara dengan EUR 1,399 tergantung pada wilayah regional pemasaran.
- Pasar Resmi Indonesia: Untuk varian resmi yang masuk ke Indonesia, yaitu konfigurasi RAM 16 GB dan memori internal 512 GB, dijual dengan harga resmi Rp 18.999.000. Perangkat ini sudah bisa kalian beli melalui jaringan ritel resmi seperti Erafone dan Eraspace.
- Harga Vivo X300 Ultra
- Pasar China (Asal Produk): Mengingat statusnya sebagai varian puncak, harga di China dimulai dari CNY 6,499 untuk varian dasar dan menembus CNY 7,999 untuk varian eksklusif dengan penyimpanan 1 TB yang dilengkapi fitur komunikasi satelit darurat.
- Pasar Internasional (Global): Varian tertinggi ini dipasarkan secara global dengan harga mulai dari EUR 1,999 atau sekitar INR 159,999 di pasar Asia Selatan.
- Pasar Indonesia (Jika Dirilis Resmi): Hingga saat ini, Vivo X300 Ultra masih berstatus produk khusus untuk pasar global tertentu dan China. Jika nantinya Vivo Indonesia memutuskan untuk memboyong varian Ultra ini secara resmi ke tanah air, estimasi harganya diprediksi akan berada di kisaran Rp 24.500.000 hingga Rp 26.000.000, mengingat adanya penyesuaian pajak barang mewah dan komponen sensor kamera 1 inci yang mahal.
“Bagi kalian yang menganggap kamera adalah fitur paling krusial dalam sebuah smartphone, investasi di Vivo X300 Series tidak akan membuat kalian menyesal. Vivo X300 Pro menawarkan keseimbangan sempurna antara performa harian yang ngebut dan kemampuan zoom 200 MP yang menakjubkan dengan harga yang masih masuk akal di angka 18 jutaan. Namun, jika kalian adalah seorang profesional yang haus akan kualitas visual mutakhir dan ingin merasakan kedahsyatan sensor 1 inci yang dipadukan dengan ekstender lensa eksternal, maka menabung sedikit lebih banyak demi membawa pulang Vivo X300 Ultra adalah sebuah keputusan mutlak yang sangat memuaskan.”
Secara keseluruhan, kehadiran Vivo X300 Pro dan Vivo X300 Ultra membuktikan bahwa batasan antara kamera saku profesional dengan telepon genggam kini sudah benar-benar lebur. Vivo berhasil mengesekusi integrasi perangkat keras kelas wahid, mulai dari chipset fabrikasi 3nm, baterai silikon-karbon berdensitas tinggi, hingga optik legendaris ZEISS ke dalam satu genggaman tangan. Varian Pro menjadi opsi flagship serba bisa yang sangat solid bagi sebagian besar pengguna, sementara varian Ultra berdiri kokoh di puncak sebagai simbol pencapaian teknologi mutakhir yang didedikasikan tanpa batas untuk para antusias fotografi mobile sejati.

















